Pemerintah Desa Pupuan melaksanakan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) sekaligus Rembuk Stunting pada Rabu, 10 Juni 2026 di Ruang Rapat Kantor Desa Pupuan. Kegiatan ini menjadi forum kolaborasi warga, pemerintah desa, kader kesehatan, dan lintas sektor untuk membahas mengenai berbagai permasalahan terutama terkait dengan kesehatan yang ada di Desa. Adapun Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) dibuka oleh Kepala Desa Pupuan dan dihadiri BPD, PKK, kader kesehatan, LPM Desa Pupuan, PLKB Desa Pupuan, Tenaga Kesehatan dari Puskesmas Pupuan I serta Bidan Desa. Agenda utama Musyawarah Masyarakat Desa yaitu membahas:
- Laporan hasil Survei Mawas Diri (SMD) dan Survei Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
- Kegiatan diskusi yang dilanjutkan dengan penetapan prioritas permasalahan yang muncul dari hasil SMD dan PHBS
- Penetapan RKTL (Rencana Kerja Tindak Lanjut) terkait hasil USG permasalahan
Keputusan yang disepakati dalam Musyawarah Masyarakat Desa diantaranya: pendekatan ulang dalam memfasilitasi kepemilikan BPJS di Desa Pupuan, Sosialisasi mengenai pentingnya melaksanakan aktivitas fisik dan bahaya merokok. Hasil dari Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) kemudian dituangkan dalam Berita Acara Musyawarah Masyarakat Desa yang nantinya dapat dijadikan dasar dari penyusunan RKPDes 2027.
Kegiatan dilanjut Rembuk Stunting dengan narasumber dari Perwakilan Puskesmas Pupuan I, Pendamping Kecamatan, dan kemudian dilanjutkan dengan KPM yang menyampaikan hasil laporan konvergensi di mana nilai konvergensi pada tahun 2026 triwulan I yaitu 76,28% yang merupakan akumulasi dari beberapa indikator berupa pelayanan minimal yang harus diperoleh baik bagi Bayi/Balita, Ibu Hamil dan Nifas, Keluarga Sasaran, Serta Remaja yang diinput melalui aplikasi EHDW. Presentase angka konvergensi Desa Pupuan masih tergolong aman namun dapat ditingkatkan dengan partisipasi aktif dari Masyarakat terutama bagi bayi/balita untuk datang secara rutin ke posyandu sehingga pemantauan kesehatan dapat dilaksanakan dengan lebih optimal. Terkait dengan jumlah bayi/balita yang terindikasi stunting di Desa Pupuan, Bidan Desa menyatakan bahwa tidak terdapat bayi/balita yang terindikasi stunting di Desa Pupuan tetapi terdapat beberapa bayi/balita yang timbangannya tetap selama tiga bulan berturut-turut dan bayi/balita yang berada di garis kuning. Adapun Permasalahan yang disampaikan dari Kader Kesehatan pada kegiatan rembuk stunting yaitu masih banyak Masyarakat yang belum memiliki BPJS atau BPJSnya tidak aktif, Masyarakat yang belum mendapatkan pelayanan Kartu Keluarga, serta terdapat beberapa Masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan.
Melalui pelaksanaan Musyawarah Masyarakat Desa dan Rembuk Stunting ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat terus memperkuat komitmen dan kerja sama dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Desa Pupuan. Adapun upaya pencegahan stunting dan peningkatan kesejahteraan masyarakat diharapkan dapat terus berjalan secara optimal demi terwujudnya Desa Pupuan yang sehat dan sejahtera.